Pernahkah
karena suatu hal membuatmu hancur berkeping – keping? Dalam keadaan hancur tersebut, apakah pernah
membuatmu salah dalam memilih hal yang ada didepan matamu? Atau sebenarnya kamu
sedang tidak sadar bahwa kamu sedang dalam pengambilan keputusan yang salah.
Kondisis seperti ini, mungkin saja terjadi ketika segala sesuatu yang diambil
tidak dalam keadaan batin yang sehat. Kesalahan tersebut memang sangat lumrah.
Tidak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini. Kamu tidak salah, dia yang
menyakitimu pun juga tidak salah dan orang- orang yang mendukungmu ataupun
tidak, juga tidak bersalah.
Coba
melihat segala sesuatu dengan positif. Ketika kamu hancur, coba atur mindset kamu
tentang ini. Anggaplah masalah yang kamu
hadapi sebagai alarm peringatan dalam perjalanan menuju kesuksesanmu. Contoh
saja, ketika asmaramu tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan hatimu
teriris –iris oleh pasangan yang tidak bertanggung jawab. Berfikir positiflah dan
mencoba merubah mindset. Bagaimana caranya? Pertama pulihkan hatimu, menangis
lah..menangislah jika itu dapat mengeluarkan emosimu. Ceritalah kepada orang
yang bijak akan kesedihanmu apabila butuh seseorang untuk mendengarkan. Kemudian anggaplah ini sebagai alarm
peringatan untuk masa depanmu. Setelah tenang, berfikirlah apa yang ingin dilakukan
untuk membuktikan kepada dunia bahwa kamu adalah orang yang hebat dan punya
mental yang hebat. Tunjukan pada dia yang menyakitimu bahwa kamu bisa bahagia
dan dapat meraih semua keinginanmu atas rasa sakit yang dia berikan. Coba
berfikir apa yang dapat kamu hasilkan dalam keadaan seperti ini? Apa yang ingin
kamu tonjolkan? Karirmu kah? Pendidikanmu kah? Bisnismu kah? Ayo coba fikirkan
mana yang sekiranya dapat menunjang tujuan hidup yang sebelumnya sudah kamu
pernah fikirkan sesaat sebelum patah hati.
Setelah
kamu memilih, buang semua fikiran ke hal – hal yang menjadi pilihanmu. Ingat
bahwa pilihanmu ini menjadi tools untuk menunjukan kepada dunia bahwa kamu
orang yang hebat. Dari dalam diri kamu sendiri, ini menjadi suatu kegiatan yang
dibutuhkan untuk membuang segala rasa sedihmu . Rasa sedihmu, kamu limpahkan
dalam kesibukan sehingga menghasilkan sesuatu yang berguna. Anggap kegiatan ini
menjadi pengobat dan pemulihan hati yang sekaligus upgrade diri. Contoh,kamu dapat
memilih untuk kuliah kembali, membuang semua fikiranmu ke studimu. Pilihlah
studi dengan penuh pertimbangan, pilih studi yang mendukung beberapa tujuan
hidupmu sehingga kamu dapat memilih suatu langkah untuk menyelesaikan beberapa
mimpi.
Disamping mengubah mindset, janganlah lupa menjalankan kiat – kiat dibawah ini :
1.
Mintalah doa kepada Tuhan yang
menciptakanmu
Dialah yang paling tahu segalanya. Yang Maha mengetahui mana jalan yang
terbaik untukmu dan yang paling mengetahui seberapa besar kekuatanmu.
2.
Mintalah doa pada orang tuamu
Doa orang tua sangat mujarab yah. Ridho orang tuamu, ridho Allah juga.
Mungkin sebagian orang belum percaya, ya monggo dicoba dulu dengan segenap
hati. Saya rasa ini bukan hal yang sulit.
3.
Evaluasi diri sendiri
Renungkan apa yang sudah kamu lakukan, apa saja kekurangan dan kelebihanmu.
Bayangkan bagaimana cara memaksimalkan kelebihanmu dan meminimalisirkan
kekuranganmu.
4.
Minta maaf
Terkadang sering tidak sadar bahwa telah menyakiti orang lain. Minta
maaflah kepada siapa saja yang dirasa pernah
disakiti. Sebagian orang mempercayai adanya karma. Dalam logika saya,
ketika menyakiti orang lain, orang tersebut akan berdo’a yang negatif secara
tidak sengaja sehingga tidak memuluskan jalan menuju kesuksesan
5.
Pasrah
Selayaknya robot yang dibuat manusia, manusialah yang paling tahu bagian
mana yang harus dilalui oleh robotnya. Begitu juga manusia, Tuhanlah yang
paling tau jalan mana yang harus dilalui, seperti pada poin nomor satu diatas.
Ketika berpasrah atas sesuatu hal yang sudah dilakukan dengan sebaik mungkin
maka hatimu akan lapang dan tidak bergejolak atas kegagalan yang dialami.
6.
Jadilah manuasia yang lebih baik
Sebaik –baiknya manusia dengan meminimalisirkan menyakiti dan berguna
untuk orang lain. Dulu saya sempat menganut sikap yang mana biarlah orang
menyakiti dan berusaha untuk tidak membalasnya. Disaat menyakiti, disaat itu
juga saya berdoa yang baik – baik untuk diri saya sendiri. Banyak yang bilang
bahwa orang yang tersakiti, do’anya cepat terkabul maka ini dijadikan momen
untuk berdo’a. Sejauh ini saya percaya banget, hal seperti ini. Untuk orang
yang menyakiti, biar Tuhan sajalah yang membalasnya, yang jelas biasanya saya
menunjukan kepada yang menyakiti bahwa saya bahagia dan berusaha selangkah
diatasnya. Ingat, selama tidak berubah, hidupmu ya begitu begitu saja. Misalnya
beberapa kali kalian diputuskan oleh pasangan, selama tidak berusaha mengubah
kekurangan diri, selama itu juga dan siapapun pasanganmu maka pada akhirnya akan
dikecewakan pula.
Gimana
dengan kalian?? Sudah berapa lama kalian terpuruk?? Apakah keterpurukan kalian
membuat kalian menyimpang? Hal apa saja yang sudah kamu lakukan? Apakah hal
tersebut positif untuk masa depanmu? Apakah hal tersebut sesuai dengan tujuan
hidupmu? Apakah hal tersebut membuat orang disekelilingmu termasuk yang
menyakitimu terkesan? Cobalah memanfaatkan peluang yang ada. Ubahlah momen tersebut
menjadi peluang untuk menjadi manusia yang lebih baik, lebih sukses, lebih
pintar dan lebih cantik. Mari berfikir jernih dan bertindak yang menghasilkan
hal positif. Diskusi apabila tidak tahu jalan mana yang harus dipilih. Diskusi
dengan orang yang sekiranya dapat menginspirasi dan menjaga segala rahasiamu.
Kadang kala sikap menyimpang itu karena faktor informasi yang diserap dan
diproses dalam fikiran secara negative serta disimpan sendiri tanpa ada sharing
dengan orang lain sehingga menghasilkan tindakan dan keputusan yang tidak
sesuai dengan tujuanmu. Jangan biarkan dirimu melakukan sesuatu seenak hatimu, kontrol,
kontrol dan kontrol dirimu. Melakukan tindakan sesuka hati hanya akan
membahagiakanmu pada waktu yang singkat saja atau kebahagiaan semu.
Buatlah
dirimu dibanggakan oleh orang sekitarmu termasuk yang menyalkitimu sehingga
tidak perlu ada balas dendam, yang ada hanya kebaikan (hal positif) untuk
dirimu sendiri. Kebahagian – kebahagian lainya akan menyusul. Jadi, sudahkah kalian melakukan hal tersebut?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar