Sebenernya saya tidak pernah melirik reksadana pendapatan tetap sampai dengan saya terusik akibat nilai IHSG yang perlahan menurun dan kemudian merosok tajam. Disatu sisi, saya berfikir untuk membeli reksadana saham untuk mendapatkan harga yang rendah namun disisi lain, saya berharap dapat menjaga aset agar tidak terlalu terpapar resiko dalam keadaan seperti ini. Hal ini saya kritisi kembali dalam pikiran sehingga muncul pertanyaan. Apakah ada alasan lain yang dapat membuat saya semakin tertarik untuk membeli reksadana ini. Pikiranpun melayang dan mencoba mencari jawaban yang baik.
Jujur saja selama ini tidak pernah terfikirkan untuk merencanakan membeli sesuatu seperti mobil, rumah, apartemen , tanah sampai dengan punya pekerjaan yang tetap ditempat yang diharapkan. Namun semuanya berubah ketika menikah. Ya, sesaat setelah menikah barulah menyadari bahwa saya menjadi pengelola tunggal keuangan suami. kita punya keinginan dan kebutuhan yang harus dirancang. Kembali saya berfikir, bagaimana seandainya saya benar - benar harus mencairkan investasi ini dalam satu hingga tiga tahun ke depan dimana kondisi IHSG sedang tertekan?oh tidaaaaaakk....bagaimana saya bisa mengejar inflasi, memaksimalkan profit sekaligus meminimalisirkan resiko dalam keadaan pasar modal yang sedang bearish. Tidak tepat mencairkan reksadana saham dalam keadaan bearish malah harusnya membeli reksadana tersebut. Tiba - tiba otak ini menjawab, Bagaimana kalau mencairkan reksadana money market saja?. Ahh tidak, sepertinya reksadana money market kurang nendang returnnya apabila ditahan sampai dengan tiga tahun dibandingkan dengan rd. pendapatan tetap.
Oke, dengan kebingungan ini saya mencoba mencari beberapa reksadana pendapatan tetap yang dirasa nantinya dapat menjadi pilihan. Disini saya mencoba mencari 20 return teratas di setiap bulannya selama satu tahun terakhir, ternyata banyak yah kandidatnya, lebih dari 60 reksadana. Kemudian saya melihat ke konsistenannya dengan mengambil cara mengambil kriteria reksadana yang dapat memasuki urutan tersebut 5 kali atau lebih dalam setahun. Finally nama - nama ini lah yang ditemukan
Jujur saja selama ini tidak pernah terfikirkan untuk merencanakan membeli sesuatu seperti mobil, rumah, apartemen , tanah sampai dengan punya pekerjaan yang tetap ditempat yang diharapkan. Namun semuanya berubah ketika menikah. Ya, sesaat setelah menikah barulah menyadari bahwa saya menjadi pengelola tunggal keuangan suami. kita punya keinginan dan kebutuhan yang harus dirancang. Kembali saya berfikir, bagaimana seandainya saya benar - benar harus mencairkan investasi ini dalam satu hingga tiga tahun ke depan dimana kondisi IHSG sedang tertekan?oh tidaaaaaakk....bagaimana saya bisa mengejar inflasi, memaksimalkan profit sekaligus meminimalisirkan resiko dalam keadaan pasar modal yang sedang bearish. Tidak tepat mencairkan reksadana saham dalam keadaan bearish malah harusnya membeli reksadana tersebut. Tiba - tiba otak ini menjawab, Bagaimana kalau mencairkan reksadana money market saja?. Ahh tidak, sepertinya reksadana money market kurang nendang returnnya apabila ditahan sampai dengan tiga tahun dibandingkan dengan rd. pendapatan tetap.
Oke, dengan kebingungan ini saya mencoba mencari beberapa reksadana pendapatan tetap yang dirasa nantinya dapat menjadi pilihan. Disini saya mencoba mencari 20 return teratas di setiap bulannya selama satu tahun terakhir, ternyata banyak yah kandidatnya, lebih dari 60 reksadana. Kemudian saya melihat ke konsistenannya dengan mengambil cara mengambil kriteria reksadana yang dapat memasuki urutan tersebut 5 kali atau lebih dalam setahun. Finally nama - nama ini lah yang ditemukan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Yap, mungkin salah satu dari list diatas dapat menjadi pilihan reksadana anda, hanya saja harus dapat disadari bahwa segala sesuatu dapat berubah menjadi lebiih baik atau lebih buruk. History yang bagus tidak menjamin akan merepresentasikan hasil yang bagus seperti yang sudah ditoreskan sebelumnya. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar