Apa yang anda
inginkan tahun ini? Atau tahun depan? Atau mungkin beberapa tahun ke depan? Ada
yang sudah punya rencana? Apabila belum, yuk mari rencanakan agar dapat
dipersiapkan di jauh hari. Apapun rencana anda, tetap harus ada support
keuangan bukan?Misalnya ingin S2, ingin punya rumah, apartemen atau mobil atau
holiday di tempat yang special atau mungkin juga ingin membangun bisnis.
Yupss..semuanya butuh dukungan keuangan yang mencukupi.
Pernahkah merasakan bahwa hidup kian hari kian mahal? Mungkin pernah ya. Kenapa bisa begitu? Dalam dunia ekonomi dikenal dengan Time Value of Money. Sedikit bercerita yah, waktu siding akhir, saya sempat ditanya oleh dosen penguji apasih yang dimaksud dengan “Time Value of Money”. Saat itu saya tak bisa menjelaskan banyak, saya hanya menceritakan contohnya dalam kehidupan dengan versi yang sangat ekstrim. Saya memberikan contoh, tahun ini tempe harganya Rp. 1.000 tapi mungkin saja 5 tahun ke depan tempe akan berharga Rp. 5.000. Hanya itu yang bisa saya kemukakan. Dari contoh yang diberikan bisa kita ambil suatu maksud yaitu nilai uang saat ini tidak akan pernah sama dengan nilai uang di masa depan. Nilai uang di masa kini akan lebih besar dari nilai uang di masa depan dikarenakan beberapa hal. Salah satunya karena inflasi dan tingkat inflasi di Indonesia berkisar 6%, untuk lebih jelas dapat dilihat disitus BI. Ini yang baru saja saya ambil contoh hanya tempe dimana merupakan bahan pokok, bagaimana dengan hal – hal yang lain seperti pendidikan, property, kendaraan, biaya kesehatan atau mungkin juga biaya nikah. Tingkat kenaikan harganya pun berbeda – beda, misalnya saja inflasi untuk pendidikan. Beberapa sumber menyatakan tingkat inflasi pendidikan mencapai 20% hingga 30% pertahun.
Pernahkah merasakan bahwa hidup kian hari kian mahal? Mungkin pernah ya. Kenapa bisa begitu? Dalam dunia ekonomi dikenal dengan Time Value of Money. Sedikit bercerita yah, waktu siding akhir, saya sempat ditanya oleh dosen penguji apasih yang dimaksud dengan “Time Value of Money”. Saat itu saya tak bisa menjelaskan banyak, saya hanya menceritakan contohnya dalam kehidupan dengan versi yang sangat ekstrim. Saya memberikan contoh, tahun ini tempe harganya Rp. 1.000 tapi mungkin saja 5 tahun ke depan tempe akan berharga Rp. 5.000. Hanya itu yang bisa saya kemukakan. Dari contoh yang diberikan bisa kita ambil suatu maksud yaitu nilai uang saat ini tidak akan pernah sama dengan nilai uang di masa depan. Nilai uang di masa kini akan lebih besar dari nilai uang di masa depan dikarenakan beberapa hal. Salah satunya karena inflasi dan tingkat inflasi di Indonesia berkisar 6%, untuk lebih jelas dapat dilihat disitus BI. Ini yang baru saja saya ambil contoh hanya tempe dimana merupakan bahan pokok, bagaimana dengan hal – hal yang lain seperti pendidikan, property, kendaraan, biaya kesehatan atau mungkin juga biaya nikah. Tingkat kenaikan harganya pun berbeda – beda, misalnya saja inflasi untuk pendidikan. Beberapa sumber menyatakan tingkat inflasi pendidikan mencapai 20% hingga 30% pertahun.
Bisa dibayangkan
apabila di dua tahun kedepan berencana mengambil
S2. Anggap saja tahun ini biaya S2 sebesar 100 Juta, Apakah dua tahun ke depan
akan tetap 100 juta? Saya rasa tidak akan sama. Dengan estimasi kenaikan 20%
maka biaya tersebut akan menjadi 144 juta. Itu berarti harus menabung sebesar 6
juta dalam waktu 24 bulan. Harga 100 juta tidak dapat menjadi acuan sehingga
yang ditabung hanya 4,1 juta perbulan. Apabila yang diambil 4,1 juta perbulan
maka konsekuensi yang diambil yaitu harus menabung lebih besar di akhir batas
waktu.
Buat kalian dengan
pendapatan diatas 10 juta, hal ini tidak akan pernah menjadi masalah, menabung
6 juta tanpa ada kreditan dan tanggungan yang lain dirasa cukup untuk
menghidupi diri sampai dengan akhir bulan. Namun bagaimana dengan kalian yang
gajinya mungkin dibawah 5 juta. Menabung seluruh gaji saja masih dirasa tidak
akan cukup dalam waktu dua tahun. Kondisi seperti ini sangat dilematis yah,
dimana berusaha untuk menyisihkan uang namun ketika uang sudah mencapai nomial
yang dituju, biayanya sudah terlanjur naik. Akhirnya, kita membutuhkan
waktukembali dan menabung lebih banyak. Kondisi seperti ini menggambarkan bahwa
kita sedang berkejar – kejaran dengan waktu untuk mencapai yang diinginkan. Terasa
sangat sulit bukan mengejar inflasi sekalipun sudah direncanakan. Disini dapat
dipastikan bahwa menabung saja tidak cukup, harus ada investasi yang dapat
membantu untuk mengejar atau memastikan bahwa nilai uang yang sudah disisihkan
tersebut tidak termakan oleh inflasi. Oleh karena itu, mengapa saya menjadi sangat
berisik menularkan dan membuka mata di sekeliling untuk sadar akan investasi.
Investasi itu
ada banyak macamnya yah seperti tanah, properti, deposito, reksadana, saham,
emas, dan lainnya. Diantara banyak macamnya investasi yang dapat dipilih,
sebaiknya paham akan karakteristik dari jenis investasi dan juga harus mengenal
apa tujuan kita berinvestasi sehingga jadi tahu investasi apa yang harus dipilih.
Misalnya tahun depan ada rencana untuk membeli rumah yang tujuannya akan
ditempati, namun untuk meningkatkan nilainya maka menyisihkan uang tersebut
dalam bentuk logam mulia/emas. Pengambilan keputusan untuk membeli logam mulia
dirasa kurang tepat. Mengapa? Karena logam mulia dalam jangka waktu singkat
tidak dapat diprediksi akan meningkat atau akan menurun. Seandainya meningkat,
tidak dapat dipastikan apakah returnnya selama dua tahun dapat diatas 12%.
Buat saya
pribadi sih yang sangat mudah di jangkau yaitu reksadana. Investasi ini sangat
menarik, disamping punya banyak pilihan produknya, ada juga jenisnya sehingga bisa
disesuaiakan dengan kebutuhan. Seperti yang sudah dijelaskan di tulisan saya
sebelumnya, pemilihan reksadana berdasarkan jangka waktunya. Untuk 10 bulan
pertama dapat menginvestasikan di reksadana pendapatan tetap dan 12-14 bulan
kemudian dapat di investasikan ke reksadana pasar uang dan nantinya dicairkan
untuk membayar vendor atau wedding organizer.
Bagaimana
caranya membeli reksadana? Pertama kali saya berinvest reksadana di
commonwealth bank. Cukup buka akunnya saja dan apabila sudah 21 tahun maka
akses untuk membeli reksadana akan dibuka. Hanya dengan 500 ribu sudah dapat
berinvestasi. Cukup terjangkau dibandingkan investasi yang lain, yang
membutuhkan modal yang lebih besar. Nanti dari customer servicenya akan
memberikan rekomendasi produk reksadana mana yang bagus. Untuk memilih produk
investasi mana yang akan dibeli, sekiranya dilihat terlebih dahulu historynya
dan dibaca juga fund prospectusnya. Untuk reksadana pasar uang biasanya saya
memilih produk yang historynya sudah bisa memberikan return diatas 6% setahun.
Seandainya di bank commonwealth tidak menjual secara keseluruhan produk yang
diinginkan, bisa membelinya di sekuritas. Pembelian reksadana pun bisa secara
autoinvest, jadi akan dipotong secara berkala dari tabungan atau dapat membeli
sendiri dengan internet banking.
Buat teman-teman
yang punya uang lebih atau sekiranya dalam sebulan mampu menabung Rp. 100.000,
coba saja membuka akun ini. Sedikit demi sedikit nantinya akan jadi bukit,
belum lagi kalau dengan menggunakan reksadana dengan konsisten, nanti setelah 5
tahun dapat dilihat berapa uang anda. Seingat saya sih kalkulator investasi itu
ada, nanti silahkan dibrowsing sendiri yah di google.
Mari rencanakan apa yang kalian inginkan dan pilih reksadana yang tepat. Namun, apabila belum ada rencana terkait dengan keuanganmu, sekira dapat dicoba reksadananya. Awal modalnya relatif rendah dan melatih teman - teman untuk menabung sekaligus berinvestasi. Ingat, yang tadi saya kemukakan diatas, menabung tidak membuatmu lepas dari terkaman inflasi.
Oakley's Titanium Glasses.co. Ltd
BalasHapusOakley's Titanium Glasses.co. Ltd. provides quality premium jewelry properties of titanium products and 메이피로출장마사지 supplies designed edc titanium and titanium necklace delivered to you in a safe and microtouch titanium affordable way.
g937j9gwcme364 custom sex doll,wholesale sex toys,sex chair,black dildos,fantasy toys,bullets and eggs,Clitoral Vibrators,realistic dildo,cheap sex toys t748q8cnwoh025
BalasHapus