Senin, 25 Mei 2015

Kenapa kita harus berinvestasi

Apa yang anda inginkan tahun ini? Atau tahun depan? Atau mungkin beberapa tahun ke depan? Ada yang sudah punya rencana? Apabila belum, yuk mari rencanakan agar dapat dipersiapkan di jauh hari. Apapun rencana anda, tetap harus ada support keuangan bukan?Misalnya ingin S2, ingin punya rumah, apartemen atau mobil atau holiday di tempat yang special atau mungkin juga ingin membangun bisnis. Yupss..semuanya butuh dukungan keuangan yang mencukupi.

Pernahkah merasakan bahwa hidup kian hari kian mahal? Mungkin pernah ya. Kenapa bisa begitu? Dalam dunia ekonomi dikenal dengan Time Value of Money. Sedikit bercerita yah, waktu siding akhir, saya sempat ditanya oleh dosen penguji apasih yang dimaksud dengan “Time Value of Money”. Saat itu saya tak bisa menjelaskan banyak, saya hanya menceritakan contohnya dalam kehidupan dengan versi yang sangat ekstrim. Saya memberikan contoh, tahun ini tempe harganya Rp. 1.000 tapi mungkin saja 5 tahun ke depan tempe akan berharga Rp. 5.000. Hanya itu yang bisa saya kemukakan. Dari contoh yang diberikan bisa kita ambil suatu maksud yaitu nilai uang saat ini tidak akan pernah sama dengan nilai uang di masa depan. Nilai uang di masa kini akan lebih besar dari nilai uang di masa depan dikarenakan beberapa hal. Salah satunya karena inflasi dan tingkat inflasi di Indonesia berkisar 6%, untuk lebih jelas dapat dilihat disitus BI. Ini yang baru saja saya ambil contoh hanya tempe dimana merupakan bahan pokok, bagaimana dengan hal – hal yang lain seperti pendidikan, property, kendaraan, biaya kesehatan atau mungkin juga biaya nikah. Tingkat kenaikan harganya pun berbeda – beda, misalnya saja inflasi untuk pendidikan. Beberapa sumber menyatakan tingkat inflasi pendidikan mencapai 20% hingga 30% pertahun. 

Bisa dibayangkan apabila di  dua tahun kedepan berencana mengambil S2. Anggap saja tahun ini biaya S2 sebesar 100 Juta, Apakah dua tahun ke depan akan tetap 100 juta? Saya rasa tidak akan sama. Dengan estimasi kenaikan 20% maka biaya tersebut akan menjadi 144 juta. Itu berarti harus menabung sebesar 6 juta dalam waktu 24 bulan. Harga 100 juta tidak dapat menjadi acuan sehingga yang ditabung hanya 4,1 juta perbulan. Apabila yang diambil 4,1 juta perbulan maka konsekuensi yang diambil yaitu harus menabung lebih besar di akhir batas waktu.

Buat kalian dengan pendapatan diatas 10 juta, hal ini tidak akan pernah menjadi masalah, menabung 6 juta tanpa ada kreditan dan tanggungan yang lain dirasa cukup untuk menghidupi diri sampai dengan akhir bulan. Namun bagaimana dengan kalian yang gajinya mungkin dibawah 5 juta. Menabung seluruh gaji saja masih dirasa tidak akan cukup dalam waktu dua tahun. Kondisi seperti ini sangat dilematis yah, dimana berusaha untuk menyisihkan uang namun ketika uang sudah mencapai nomial yang dituju, biayanya sudah terlanjur naik. Akhirnya, kita membutuhkan waktukembali dan menabung lebih banyak. Kondisi seperti ini menggambarkan bahwa kita sedang berkejar – kejaran dengan waktu untuk mencapai yang diinginkan. Terasa sangat sulit bukan mengejar inflasi sekalipun sudah direncanakan. Disini dapat dipastikan bahwa menabung saja tidak cukup, harus ada investasi yang dapat membantu untuk mengejar atau memastikan bahwa nilai uang yang sudah disisihkan tersebut tidak termakan oleh inflasi. Oleh karena itu, mengapa saya menjadi sangat berisik menularkan dan membuka mata di sekeliling untuk sadar akan investasi.

Investasi itu ada banyak macamnya yah seperti tanah, properti, deposito, reksadana, saham, emas, dan lainnya. Diantara banyak macamnya investasi yang dapat dipilih, sebaiknya paham akan karakteristik dari jenis investasi dan juga harus mengenal apa tujuan kita berinvestasi sehingga jadi tahu investasi apa yang harus dipilih. Misalnya tahun depan ada rencana untuk membeli rumah yang tujuannya akan ditempati, namun untuk meningkatkan nilainya maka menyisihkan uang tersebut dalam bentuk logam mulia/emas. Pengambilan keputusan untuk membeli logam mulia dirasa kurang tepat. Mengapa? Karena logam mulia dalam jangka waktu singkat tidak dapat diprediksi akan meningkat atau akan menurun. Seandainya meningkat, tidak dapat dipastikan apakah returnnya selama dua tahun dapat diatas 12%.

Buat saya pribadi sih yang sangat mudah di jangkau yaitu reksadana. Investasi ini sangat menarik, disamping punya banyak pilihan produknya, ada juga jenisnya sehingga bisa disesuaiakan dengan kebutuhan. Seperti yang sudah dijelaskan di tulisan saya sebelumnya, pemilihan reksadana berdasarkan jangka waktunya. Untuk 10 bulan pertama dapat menginvestasikan di reksadana pendapatan tetap dan 12-14 bulan kemudian dapat di investasikan ke reksadana pasar uang dan nantinya dicairkan untuk membayar vendor atau wedding organizer. 

Bagaimana caranya membeli reksadana? Pertama kali saya berinvest reksadana di commonwealth bank. Cukup buka akunnya saja dan apabila sudah 21 tahun maka akses untuk membeli reksadana akan dibuka. Hanya dengan 500 ribu sudah dapat berinvestasi. Cukup terjangkau dibandingkan investasi yang lain, yang membutuhkan modal yang lebih besar. Nanti dari customer servicenya akan memberikan rekomendasi produk reksadana mana yang bagus. Untuk memilih produk investasi mana yang akan dibeli, sekiranya dilihat terlebih dahulu historynya dan dibaca juga fund prospectusnya. Untuk reksadana pasar uang biasanya saya memilih produk yang historynya sudah bisa memberikan return diatas 6% setahun. Seandainya di bank commonwealth tidak menjual secara keseluruhan produk yang diinginkan, bisa membelinya di sekuritas. Pembelian reksadana pun bisa secara autoinvest, jadi akan dipotong secara berkala dari tabungan atau dapat membeli sendiri dengan internet banking.

Buat teman-teman yang punya uang lebih atau sekiranya dalam sebulan mampu menabung Rp. 100.000, coba saja membuka akun ini. Sedikit demi sedikit nantinya akan jadi bukit, belum lagi kalau dengan menggunakan reksadana dengan konsisten, nanti setelah 5 tahun dapat dilihat berapa uang anda. Seingat saya sih kalkulator investasi itu ada, nanti silahkan dibrowsing sendiri yah di google. 

Mari rencanakan apa yang kalian inginkan dan pilih reksadana yang tepat. Namun, apabila belum ada rencana terkait dengan keuanganmu, sekira dapat dicoba reksadananya. Awal modalnya relatif rendah dan melatih teman - teman untuk menabung sekaligus berinvestasi. Ingat, yang tadi saya kemukakan diatas, menabung tidak membuatmu lepas dari terkaman inflasi.

2 komentar: