Minggu, 03 Maret 2013

Bernostalgia dengan Skripsi

Pagi tadi dapet mandat dari si emak, disuruh bersih-bersihin buku-buku yang sudah berdebu. Ya wajar saja berdebu, buku-bukunya terakhir sentuh waktu mengerjakan skripsi.hehehhe.... Sembari membersihkan, sembari membaca lembaran demi lembaran (lebay deh). Ternyata banyak juga yah kertas yang gw gunain waktu skripsi, kalau skripsi gak dibagi-bagiin dan dibuang-buangin, adakali dua kardus indomie hanya untuk pembuatan skripsi doang.

By the way, gw baru ingat kalau gw punya keinginan untuk ngeshare hasil skripsi gw di media electronic. Mana tau aja ada yang terinspirasi dengan penelitian gw. Emang sih skripsinya biasa ajah, tapi gw bangga bisa menyelesaikannya dengan baik. Ketika pertama kali gw megang hasil hardcopy dan sudah disahkan oleh dosen penguji yang ada dalam otak gw " ini hasil fikiran gw selama berbulan-bulan". hihihihi

Skripsi gw sendiri berjudul "Pengaruh Cash Conversion Cycle, Leverage dan Investasi terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Go Public Sektor Industri Barang Konsumsi dan Sektor Industri Dasar dan Kimia". Kalau dilihat dari judulnya bisa ditebak bahwa penelitian ini meneliti tentang hubungan antara modal kerja, hutang dan investasi dengan profitabilitas pada dua sektor yang dianggap berbeda karakteristik. Untuk lebih jelasnya mari kita liat dibawah ini.


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan umumnya berkeinginan untuk mengoptimalkan laba yang dimilikinya agar dapat menyejahterakan orang – orang yang terlibat didalamnya. Untuk mengoptimalkan laba, biasanya perusahaan akan mencari cara yang tepat sehingga tidak mengganggu aktifitas perusahaan yang sedang berjalan. Cara setiap perusahaan dalam mengoptimalkan laba umumnya juga berbeda-beda tergantung pada kondisi perusahaan dan karakteristik manajernya.
Salah satu cara untuk mengoptimalkan laba perusahaan yaitu dengan melakukan pengelolaan modal kerja secara efisien. Hal ini dikarenakan perusahaan khususnya manufaktur lebih banyak menginvestasikan dananya di dalam modal kerja. Deloof (2003) menyatakan bahwa banyak perusahaan yang menginvestasikan sebagian besar kasnya di modal kerja serta sebagian besar jumlah utang jangka pendek sebagai sumber pembiayaan.
Deloof (2003) menyatakan bahwa  ukuran manajemen modal kerja yang paling populer adalah cash conversion cycle yaitu tenggang waktu antara pembelian bahan-bahan mentah dan pengumpulan penjualan barang jadi. Terdapat tiga komponen dalam cash conversion cycle yaitu utang lancar, piutang lancar dan persediaan yang dapat dikelola untuk memaksimalkan profitabilitas. Tiga komponen ini dapat dikelola untuk menentukan seberapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk cash conversion cycle bagi perusahaan. Semakin singkat cash conversion cycle maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan mengonversi barang mentah menjadi kas yang diterima perusahaan atas penjualan produksinya.  Semakin cepatnya waktu mengonversi barang mentah menjadi kas, menandakan terjadinya perputaran aset yang semakin cepat. Besarnya tingkat perputaran aset dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan. 
Saat perusahaan berusaha untuk meningkatkan labanya, umumnya perusahaan akan dihadapkan pada beberapa kendala. Salah satu kendalanya yaitu pendanaan. Tidak selamanya perusahaan dapat menggunakan ekuitas untuk melakukan pendanaan pada aset – aset nya. Perusahaan dituntut untuk mencari sumber lain yang dapat mendanai aset – asetnya.
Berdasarkan hal tersebut maka, perusahaan membutuhkan suntikan dana untuk mengoptimalkan laba perusahaannya. Dalam teori pecking order disebutkan bahwa terdapat urutan dalam pendanaan dimana utang lebih disukai dibandingkan dengan penerbitan ekuitas baru. Dengan adanya penggunaan utang, diharapkan dapat  meningkatkan tingkat pengembalian investasi. Oleh karena itu, perusahaan dapat meminjam dari pihak eksternal. Pinjaman ini dapat diinvestasikan, baik dalam aset lancar ataupun tidak lancar. Meningkatnya aset dapat mempermudah perusahaan dalam meningkatkan produksinya, tetapi juga akan meningkatkan resiko keuangan. Hal ini akan memberikan efek terhadap profitabilitas. Menurut Lazaridis dan Tryfondis (2006), financial debt ratio dapat digunakan untuk mengukur hubungan antara pembiayaan eksternal dan total aset dari suatu perusahaan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi profitabilitas. 
Tidak selamanya perusahaan meminjam dana secara terus menerus, ada saatnya perusahaan mempunyai kelebihan dana. Perusahaan dapat memanfaatkan kelebihan dana tersebut untuk mengoptimalkan laba perusahaan. Dana dapat  disertakan pada suatu instrumen atau investasi pada perusahaan – perusahaan lain. Menurut Subramanyam dan John (2008:323) perusahaan membeli investasi pada perusahaan lain untuk beberapa alasan yaitu diversifikasi, ekspansi, kesempatan kompetitif, dan keuntungan dari hasil investasi. Atas alasan tersebut perusahaan menggunakan kelebihan dananya untuk melakukan penyertaan dana yang bersifat jangka panjang.
Untuk mengetahui indikasi hubungan antara partisipasi penyertaan keuangan suatu perusahaan ke perusahaan lainnya yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan, dapat tercermin dalam rasio fixed financial asset (Lazaidis, 2006). Semakin besar tingkat investasi perusahaan terhadap perusahaan lain diharapkan dapat meningkatkan  keuntungannya, baik berupa deviden ataupun capital gain dari perusahaan lain.
Ukuran perusahaan digunakan sebagai variabel kontrol dalam penelitian ini. Beberapa penelitian yang telah menggunakan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Proksi yang digunakan untuk menjadi acuan ukuran perusahaan adalah logaritma natural dari penjualan.
Pada perusahaan manufaktur diperkirakan modal kerja berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan dimana perusahaan manufaktur merupakan suatu sektor yang kegiatan utamanya adalah mengubah atau mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Disamping pengelolaan modal kerja, perusahaan juga dapat menggunakan hutang dan investasi untuk mempengaruhi profitabilitasnya.
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan manufaktur yang telah tercatat dibagi menjadi beberapa sektor. Dua dari beberapa sektor yaitu sektor industri barang konsumsi dan sektor indutri dasar dan kimia. Dalam Skripsi Natipulu (2011), Nafarin (2004) menyatakan bahwa sektor industri barang konsumsi adalah industri yang terdiri dari perusahaan yang menghasilkan produk berupa barang yang akan dihabiskan atau dikonsumsi oleh konsumennya sedangkan sektor industri dasar dan kimia adalah industri yang terdiri dari perusahaan yang menghasilkan bahan-bahan dasar yang nantinya akan diolah lagi menjadi barang jadi. Sektor industri barang konsumsi erat kaitannya dengan kebutuhan pokok manusia karena produknya dapat langsung dinikmati oleh konsumen tanpa harus jatuh ke tangan produsen terlebih dahulu. Untuk sektor industri dasar dan kimia, produk yang dihasilkan adalah produk yang akan digunakan lagi untuk berproduksi sehingga produk-produk dari sektor industri dasar dan kimia dapat merangsang produktifitas masyarakat. Secara tidak langsung, sektor industri barang konsumsi dapat mempresentasikan seberapa besar tingkat konsumtif masyarakat sedangkan  sektor industri dasar dan kimia dapat menggambarkan seberapa besar peran masyarakat dalam melakukan produksi. Oleh karena itu, sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia merupakan sektor yang sama – sama bergerak dibidang industri tetapi memiliki perbedaan karakteristik dalam produk dan penggunaannya.
Perbedaan karakteristik antara sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia membuat peneliti ingin mengetahui lebih spesifik dimana letak perbedaan dalam mengoptimalkan labanya, baik dalam manajemen modal kerja, utang dan investasi. Penelitan terdahulu menggunakan sampel perusahaan manufaktur secara keseluruhan. Penelitian sebelumnya juga tidak membeda-bedakan karakteristik produk yang dihasilkan dan penggunaannya. Dalam Penelitian ini, membandingkan kedua sampel tersebut dengan tujuan untuk melihat sektor mana yang lebih dominan dalam hal pengelolaan modal kerja, investasi dan leverage. Adapun periode tahun yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 2007 – 2010.
Berdasarkan uraian dan permasalahan yang diuraikan pada latar belakang maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Cash Conversion Cycle, Leverage dan Investasi terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Go Public Sektor Industri Barang Konsumsi dan Sektor Industri Dasar dan Kimia Periode 2007-2010 “



1.2.  Rumusan Masalah
Dari penjelasan latar belakang diatas, maka dapat diidentifikasi masalah – masalah yang relevan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.    Bagaimana perbandingan pengaruh manajemen modal kerja terhadap profitabilitas operasional pada sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia?
2.    Bagaimana perbandingan pengaruh hutang terhadap profitabilitas operasional pada sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia?  
3.    Bagaimana pengaruh investasi terhadap profitabilitas operasional pada sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia?
4.    Bagaimana pengaruh manajemen modal kerja, hutang, investasi dan ukuran perusahaan secara bersama-sama terhadap profitabilitas operasional pada sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia?

1.3.  Tujuan Penulisan
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut :
1.    Membandingkan pengaruh manajemen modal kerja terhadap profitabilitas operasional pada perusahaan sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia.
2.    Membandingkan pengaruh hutang terhadap profitabilitas operasional pada perusahaan sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia
3.    Membandingkan pengaruh investasi terhadap profitabilitas operasional pada perusahaan sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia.
4.    Membandingkan pengaruh manajemen modal kerja, hutang, investasi dan ukuran perusahaan secara bersama-sama terhadap profitabilitas operasional pada perusahaan sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia   

1.4.  Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menjadikan bahan penelitian ini sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam mengambil suatu keputusan yang berhubungan dengan manajemen modal kerja, terutama dalam perusahaan manufaktur yang mana pengolahannya mulai dari barang jadi hingga barang setengah jadi atau barang jadi.   Bahan penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk perusahaan dalam pengambilan keputusan berinvetasi dan melakukan pinjaman eksternal yang terkait dengan investasi untuk memaksimalkan laba. 

Dilihat dari Bab I sudah keliahatan kan yah skripsi gw berbicara ke arah mana. Insya Allah yang ditulis di Bab I ini udah mencerminkan isi dari Bab II dan Bab III. Untuk Bab IV da Bab V nya, maaf yah belum bisa disebarluaskan begitu saja :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar