Pagi tadi dapet mandat dari si emak, disuruh bersih-bersihin buku-buku yang sudah berdebu. Ya wajar saja berdebu, buku-bukunya terakhir sentuh waktu mengerjakan skripsi.hehehhe.... Sembari membersihkan, sembari membaca lembaran demi lembaran (lebay deh). Ternyata banyak juga yah kertas yang gw gunain waktu skripsi, kalau skripsi gak dibagi-bagiin dan dibuang-buangin, adakali dua kardus indomie hanya untuk pembuatan skripsi doang.
By the way, gw baru ingat kalau gw punya keinginan untuk ngeshare hasil skripsi gw di media electronic. Mana tau aja ada yang terinspirasi dengan penelitian gw. Emang sih skripsinya biasa ajah, tapi gw bangga bisa menyelesaikannya dengan baik. Ketika pertama kali gw megang hasil hardcopy dan sudah disahkan oleh dosen penguji yang ada dalam otak gw " ini hasil fikiran gw selama berbulan-bulan". hihihihi
Skripsi gw sendiri berjudul "Pengaruh Cash Conversion Cycle, Leverage dan Investasi terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Go Public Sektor Industri Barang Konsumsi dan Sektor Industri Dasar dan Kimia". Kalau dilihat dari judulnya bisa ditebak bahwa penelitian ini meneliti tentang hubungan antara modal kerja, hutang dan investasi dengan profitabilitas pada dua sektor yang dianggap berbeda karakteristik. Untuk lebih jelasnya mari kita liat dibawah ini.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan umumnya berkeinginan
untuk mengoptimalkan laba yang dimilikinya agar dapat menyejahterakan orang –
orang yang terlibat didalamnya. Untuk mengoptimalkan laba, biasanya perusahaan
akan mencari cara yang tepat sehingga tidak mengganggu aktifitas perusahaan
yang sedang berjalan. Cara setiap perusahaan dalam mengoptimalkan laba umumnya
juga berbeda-beda tergantung pada kondisi perusahaan dan karakteristik
manajernya.
Salah satu cara untuk mengoptimalkan
laba perusahaan yaitu dengan melakukan pengelolaan modal kerja secara efisien.
Hal ini dikarenakan perusahaan khususnya manufaktur lebih banyak
menginvestasikan dananya di dalam modal kerja. Deloof (2003) menyatakan bahwa banyak
perusahaan yang menginvestasikan sebagian besar kasnya di modal kerja serta
sebagian besar jumlah utang jangka pendek sebagai sumber pembiayaan.
Deloof (2003) menyatakan bahwa ukuran manajemen modal kerja yang paling
populer adalah cash conversion cycle
yaitu tenggang waktu antara pembelian
bahan-bahan mentah dan pengumpulan penjualan barang jadi. Terdapat tiga komponen
dalam cash conversion cycle yaitu
utang lancar, piutang lancar dan persediaan yang dapat dikelola untuk
memaksimalkan profitabilitas. Tiga komponen ini dapat dikelola untuk menentukan
seberapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk cash
conversion cycle bagi perusahaan. Semakin
singkat cash conversion cycle maka
semakin cepat waktu yang dibutuhkan mengonversi barang mentah menjadi kas yang
diterima perusahaan atas penjualan produksinya.
Semakin cepatnya waktu mengonversi barang mentah menjadi kas, menandakan
terjadinya perputaran aset yang semakin cepat. Besarnya tingkat perputaran aset
dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan.
Saat perusahaan
berusaha untuk meningkatkan labanya, umumnya perusahaan akan dihadapkan pada beberapa
kendala. Salah satu kendalanya yaitu pendanaan. Tidak selamanya perusahaan dapat menggunakan ekuitas untuk melakukan
pendanaan pada aset – aset nya. Perusahaan dituntut untuk mencari sumber lain yang dapat mendanai aset –
asetnya.
Berdasarkan
hal tersebut maka, perusahaan membutuhkan suntikan dana untuk mengoptimalkan
laba perusahaannya. Dalam teori pecking
order disebutkan bahwa terdapat urutan dalam pendanaan dimana utang lebih
disukai dibandingkan dengan penerbitan ekuitas baru. Dengan adanya penggunaan
utang, diharapkan dapat meningkatkan
tingkat pengembalian investasi. Oleh karena itu, perusahaan dapat meminjam dari
pihak eksternal. Pinjaman ini dapat
diinvestasikan, baik dalam aset lancar ataupun tidak lancar. Meningkatnya aset
dapat mempermudah perusahaan dalam meningkatkan produksinya, tetapi juga akan
meningkatkan resiko keuangan. Hal ini akan memberikan efek terhadap profitabilitas. Menurut Lazaridis dan Tryfondis (2006), financial debt ratio dapat digunakan
untuk mengukur hubungan antara pembiayaan eksternal dan total aset dari suatu
perusahaan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi profitabilitas.
Tidak
selamanya perusahaan meminjam dana secara terus menerus, ada saatnya perusahaan
mempunyai kelebihan dana. Perusahaan dapat memanfaatkan kelebihan dana tersebut
untuk mengoptimalkan laba perusahaan.
Dana dapat disertakan pada suatu instrumen atau
investasi pada perusahaan – perusahaan lain. Menurut Subramanyam dan John (2008:323)
perusahaan membeli investasi pada perusahaan lain untuk beberapa alasan yaitu
diversifikasi, ekspansi, kesempatan kompetitif, dan keuntungan dari hasil investasi. Atas alasan tersebut perusahaan
menggunakan kelebihan dananya untuk melakukan penyertaan dana yang bersifat
jangka panjang.
Untuk mengetahui indikasi hubungan antara
partisipasi penyertaan keuangan suatu perusahaan ke perusahaan lainnya yang
mempengaruhi profitabilitas perusahaan, dapat tercermin dalam rasio fixed financial asset (Lazaidis, 2006). Semakin besar tingkat investasi perusahaan terhadap
perusahaan lain diharapkan dapat meningkatkan
keuntungannya, baik berupa deviden ataupun capital gain dari perusahaan lain.
Ukuran
perusahaan digunakan sebagai variabel kontrol dalam penelitian ini. Beberapa
penelitian yang telah menggunakan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol.
Proksi yang digunakan untuk menjadi acuan ukuran perusahaan adalah logaritma
natural dari penjualan.
Pada
perusahaan manufaktur diperkirakan modal kerja berpengaruh terhadap
profitabilitas perusahaan dimana perusahaan manufaktur merupakan suatu sektor
yang kegiatan utamanya adalah mengubah atau mengolah bahan mentah menjadi
barang setengah jadi atau barang jadi. Disamping pengelolaan modal kerja,
perusahaan juga dapat menggunakan hutang dan investasi untuk mempengaruhi
profitabilitasnya.
Di Bursa
Efek Indonesia (BEI), perusahaan manufaktur yang telah tercatat dibagi menjadi
beberapa sektor. Dua dari
beberapa sektor yaitu sektor industri barang konsumsi dan sektor indutri dasar
dan kimia. Dalam Skripsi Natipulu (2011), Nafarin (2004) menyatakan bahwa sektor industri barang konsumsi
adalah industri yang terdiri dari perusahaan yang menghasilkan produk berupa
barang yang akan dihabiskan
atau dikonsumsi oleh konsumennya sedangkan sektor industri dasar dan kimia adalah
industri yang terdiri dari perusahaan yang menghasilkan bahan-bahan dasar yang
nantinya akan diolah lagi menjadi barang jadi. Sektor industri barang konsumsi
erat kaitannya dengan kebutuhan pokok manusia karena produknya dapat langsung
dinikmati oleh konsumen tanpa harus jatuh ke tangan produsen terlebih dahulu.
Untuk sektor industri dasar dan kimia, produk yang dihasilkan adalah produk
yang akan digunakan lagi untuk berproduksi sehingga produk-produk dari sektor
industri dasar dan kimia dapat merangsang produktifitas masyarakat. Secara
tidak langsung, sektor industri barang konsumsi dapat mempresentasikan seberapa
besar tingkat konsumtif masyarakat sedangkan
sektor industri dasar dan kimia dapat menggambarkan seberapa besar peran
masyarakat dalam melakukan produksi. Oleh karena itu, sektor industri barang
konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia merupakan sektor yang sama – sama
bergerak dibidang industri tetapi memiliki perbedaan karakteristik dalam produk
dan penggunaannya.
Perbedaan
karakteristik antara sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar
dan kimia membuat peneliti ingin mengetahui lebih spesifik dimana letak perbedaan
dalam mengoptimalkan labanya, baik dalam manajemen modal kerja, utang dan
investasi. Penelitan terdahulu menggunakan sampel perusahaan manufaktur secara
keseluruhan. Penelitian sebelumnya juga tidak membeda-bedakan karakteristik
produk yang dihasilkan dan penggunaannya. Dalam Penelitian ini, membandingkan
kedua sampel tersebut dengan tujuan untuk melihat sektor mana yang lebih
dominan dalam hal pengelolaan modal kerja, investasi dan leverage. Adapun periode tahun yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu 2007 – 2010.
Berdasarkan uraian
dan permasalahan yang diuraikan pada latar belakang maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Cash Conversion Cycle, Leverage
dan Investasi terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Go Public Sektor Industri Barang Konsumsi dan Sektor Industri Dasar
dan Kimia Periode 2007-2010 “
1.2.
Rumusan
Masalah
Dari
penjelasan latar belakang diatas, maka dapat diidentifikasi masalah – masalah
yang relevan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana perbandingan
pengaruh manajemen modal kerja
terhadap profitabilitas operasional pada sektor industri barang konsumsi dan
sektor industri dasar dan kimia?
2.
Bagaimana perbandingan
pengaruh hutang terhadap profitabilitas operasional pada sektor industri barang
konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia?
3.
Bagaimana pengaruh investasi terhadap profitabilitas operasional pada sektor industri barang konsumsi
dan sektor industri dasar dan kimia?
4.
Bagaimana pengaruh
manajemen modal kerja, hutang, investasi dan ukuran perusahaan secara
bersama-sama terhadap profitabilitas operasional pada sektor industri barang konsumsi
dan sektor industri dasar dan kimia?
1.3.
Tujuan Penulisan
Penelitian ini
secara umum bertujuan untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut :
1.
Membandingkan pengaruh manajemen modal kerja terhadap
profitabilitas operasional pada perusahaan sektor industri barang konsumsi
dan sektor industri dasar dan kimia.
2.
Membandingkan pengaruh
hutang terhadap profitabilitas operasional pada perusahaan sektor industri barang konsumsi
dan sektor industri dasar dan kimia
3.
Membandingkan pengaruh investasi terhadap profitabilitas operasional pada perusahaan sektor industri barang konsumsi
dan sektor industri dasar dan kimia.
4.
Membandingkan pengaruh
manajemen modal kerja, hutang, investasi dan ukuran perusahaan secara bersama-sama
terhadap profitabilitas operasional pada perusahaan sektor industri barang
konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia
1.4.
Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menjadikan bahan penelitian ini
sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam mengambil suatu keputusan yang
berhubungan dengan manajemen modal kerja, terutama dalam perusahaan manufaktur yang mana pengolahannya mulai dari
barang jadi hingga barang setengah jadi atau barang jadi. Bahan penelitian
ini juga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk perusahaan dalam
pengambilan keputusan berinvetasi dan melakukan pinjaman eksternal yang terkait
dengan investasi untuk memaksimalkan laba.
Dilihat
dari Bab I sudah keliahatan kan yah skripsi gw berbicara ke arah mana.
Insya Allah yang ditulis di Bab I ini udah mencerminkan isi dari Bab II
dan Bab III. Untuk Bab IV da Bab V nya, maaf yah belum bisa
disebarluaskan begitu saja :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar