Minggu, 17 Februari 2013

The Decision



Ingin mengeluarkan suatu komentar tapi bingung harus memulainya dari mana. Hmmm,,,mari kita coba. Apa yang akan difikirkan ketika harus bertindak? Kalo menurut versi saya berusaha mencari jalan sebanyak-banyaknya dan memilih satu keputusan yang benar-benar pas terhadap kondisi kita. Itu sih yang ada dalam fikiran gw. Keputusan yang diambil haruslah suatu keputusan yang terbaik dari yang terbaik. Namun, tidak selamanya suatu keputusan itu baik. Adakalanya semua jalan yang dilalui adalah jalan yang buruk tapi cobalah mengambil suatu jalan yang terbaik dari semua pilihan yang buruk.
Ketika memang tidak dituntut untuk memberikan suatu keputusan dengan cepat. Berfikirlah sampai batas waktu. Jangan mengambil suatu keputusan ketika emosional. Cobalah berfikir mengenai konsekuensinya secara lebih matang. Apakah keputusan tersebut membuat mental mu menjadi terganggu? bisa saja mengganggu mental karena dapat menyebabkan stres. Untuk apa mengambil suatu keputusan yang membuatmu nantinya akan berfikir lebih keras. Seandainya memang ada jalan yang membuatmu lebih tenang, mengapa harus mengambil jalan yang lebih cepat dengan tingkat resiko yang tinggi dan belum tentu returnnya benar-benar sesuai ekspektasi.
Setiap orang jualan pasti akan memberikan informasi yang bagus terhadap productnya. Contohnya seperti sales suplemen diet. Mereka akan menampilkan contoh-contoh orang yang sukses tetapi tidak mungkin menampilkan sosok orang yang gagal. so, take it or leave it? tergantung kondisinya. Kalo seandainya mendapatkan produk tersebut dengan harga yang masih bisa dijangkau, tidak mengganggu finansial dimasa depan yang mungkin akan membuat mu stress, tidak mengganggu ketenangan orang-orang disekelilingmu. Why not to reach it? Tetapi perhitunglah masak-masak ketika suatu keputusan yang diambil akan menganggu finansial, mental dan lingkungan. Itu akan memperburuk dirimu sendiri.
Tidak hanya mental, suatu keputusan juga dapat menurunkan tingkat keimananmu. Ketika mengambil suatu keputusan, sebisa mungkin untuk tidak membuatmu berstatmen di dalam hati atau didalam otak yang intinya “mengapa ini semua tidak cukup”. Sesungguhnya saat itu kamu sedang menuju ke jalan yang gelap. Berusaha mengingkari nikmat yang telah diberi. Jalan itu akan membawamu kedalam suatu kesedihan. Mengapa seperti itu? Karena ketika bersyukur, kita akan merasakan kebahagiaan. Benar kah? Secara logika, kebahagiaan itu berada dalam mindset kita sendiri.
Balik lagi ke masalah suplemen diet, ketika tidak mungkin untuk mengakses produk tersebut, bukan kah masih ada jalan lain??yuppss...misalnya olahraga secara disiplin. Olahraga memang tidak semudah membalikan telapak tangan tetapi khasiatnya tidak akan kalah saing dari penggunaan suplemen diet bukan? Mengkonsumsi suplemen diet tanpa olahraga sepertinya juga percuma. Ketika suplemennya habis apakah khasiatnya akan bertahan lama? Who knows? Namun dengan berolahraga seperti lari pagi akan membuat semua badanmu bergerak, menjadi lebih bugar, menjadi lebih disiplin, membuatmu menghirup udara pagi yang segar , membuatmu bangun lebih pagi sehingga bisa menunaikan ibadah terlebih dahulu. Dalam kondisi udara yang segar tersebut dan kondisi yang tenang, tidak hanya bagus untuk pernapasan tetapi juga baik untuk otakmu sehingga akan membuatmu mengeluarkan banyak ide-ide cemerlang. Hidup pun akan lebih produktif. Apalagi untuk jiwa yang masih muda, untuk apa mengkonsumsi sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan (karena masih ada jalan lain seperti olahraga). Meski suplemen, mungkin kah tidak menggunakan bahan pengawet atau sejenis bahan-bahan kimiawi? Rasa tidak mungkin kalo tidak menggunakannya. Kita yang masih muda sebaiknya menghindari penggunaan zat-zat tersebut. Lain halnya ketika suda usia lanjut, disamping sudah sulit untuk berolahraga kondisi badan pun sudah tidak memungkinkan ditopang dengan olahraga saja.
Heyy... kamu..kamu pelengkap hidupku, penetral kekurangan dan kelebihanku, sahabat diskusiku, teman bercandaku, partner  pembuat perencanaan masa depanku. Tulisan ini tertuang karena ada faktor ketidakmampuanku berbicara sepenuhnya secara langsung dan kekhawatiran ku padamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar