Ingin
mengeluarkan suatu komentar tapi bingung harus memulainya dari mana. Hmmm,,,mari
kita coba. Apa yang akan difikirkan ketika harus bertindak? Kalo menurut versi
saya berusaha mencari jalan sebanyak-banyaknya dan memilih satu keputusan yang
benar-benar pas terhadap kondisi kita. Itu sih yang ada dalam fikiran gw. Keputusan
yang diambil haruslah suatu keputusan yang terbaik dari yang terbaik. Namun, tidak
selamanya suatu keputusan itu baik. Adakalanya semua jalan yang dilalui adalah
jalan yang buruk tapi cobalah mengambil suatu jalan yang terbaik dari semua
pilihan yang buruk.
Ketika
memang tidak dituntut untuk memberikan suatu keputusan dengan cepat. Berfikirlah
sampai batas waktu. Jangan mengambil suatu keputusan ketika emosional. Cobalah berfikir
mengenai konsekuensinya secara lebih matang. Apakah keputusan tersebut membuat
mental mu menjadi terganggu? bisa saja mengganggu mental karena dapat
menyebabkan stres. Untuk apa mengambil suatu keputusan yang membuatmu nantinya
akan berfikir lebih keras. Seandainya memang ada jalan yang membuatmu lebih
tenang, mengapa harus mengambil jalan yang lebih cepat dengan tingkat resiko
yang tinggi dan belum tentu returnnya benar-benar sesuai ekspektasi.
Setiap
orang jualan pasti akan memberikan informasi yang bagus terhadap productnya. Contohnya
seperti sales suplemen diet. Mereka akan menampilkan contoh-contoh orang yang
sukses tetapi tidak mungkin menampilkan sosok orang yang gagal. so, take it or
leave it? tergantung kondisinya. Kalo seandainya mendapatkan produk tersebut
dengan harga yang masih bisa dijangkau, tidak mengganggu finansial dimasa depan
yang mungkin akan membuat mu stress, tidak mengganggu ketenangan orang-orang
disekelilingmu. Why not to reach it? Tetapi perhitunglah masak-masak ketika
suatu keputusan yang diambil akan menganggu finansial, mental dan lingkungan. Itu
akan memperburuk dirimu sendiri.
Tidak
hanya mental, suatu keputusan juga dapat menurunkan tingkat keimananmu. Ketika mengambil
suatu keputusan, sebisa mungkin untuk tidak membuatmu berstatmen di dalam hati atau
didalam otak yang intinya “mengapa ini semua tidak cukup”. Sesungguhnya saat itu
kamu sedang menuju ke jalan yang gelap. Berusaha mengingkari nikmat yang telah
diberi. Jalan itu akan membawamu kedalam suatu kesedihan. Mengapa seperti itu? Karena
ketika bersyukur, kita akan merasakan kebahagiaan. Benar kah? Secara logika, kebahagiaan
itu berada dalam mindset kita sendiri.
Balik
lagi ke masalah suplemen diet, ketika tidak mungkin untuk mengakses produk
tersebut, bukan kah masih ada jalan lain??yuppss...misalnya olahraga secara
disiplin. Olahraga memang tidak semudah membalikan telapak tangan tetapi khasiatnya
tidak akan kalah saing dari penggunaan suplemen diet bukan? Mengkonsumsi suplemen
diet tanpa olahraga sepertinya juga percuma. Ketika suplemennya habis apakah
khasiatnya akan bertahan lama? Who knows? Namun dengan berolahraga seperti lari
pagi akan membuat semua badanmu bergerak, menjadi lebih bugar, menjadi lebih
disiplin, membuatmu menghirup udara pagi yang segar , membuatmu bangun lebih
pagi sehingga bisa menunaikan ibadah terlebih dahulu. Dalam kondisi udara yang
segar tersebut dan kondisi yang tenang, tidak hanya bagus untuk pernapasan
tetapi juga baik untuk otakmu sehingga akan membuatmu mengeluarkan banyak
ide-ide cemerlang. Hidup pun akan lebih produktif. Apalagi untuk jiwa yang
masih muda, untuk apa mengkonsumsi sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan
(karena masih ada jalan lain seperti olahraga). Meski suplemen, mungkin kah
tidak menggunakan bahan pengawet atau sejenis bahan-bahan kimiawi? Rasa tidak
mungkin kalo tidak menggunakannya. Kita yang masih muda sebaiknya menghindari
penggunaan zat-zat tersebut. Lain halnya ketika suda usia lanjut, disamping
sudah sulit untuk berolahraga kondisi badan pun sudah tidak memungkinkan
ditopang dengan olahraga saja.
Heyy...
kamu..kamu pelengkap hidupku, penetral kekurangan dan kelebihanku, sahabat
diskusiku, teman bercandaku, partner pembuat perencanaan masa depanku. Tulisan ini
tertuang karena ada faktor ketidakmampuanku berbicara sepenuhnya secara
langsung dan kekhawatiran ku padamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar