Rabu, 11 Desember 2013

You

Ohh...God, I really love him
Love his body, his joke, his opinion and his character
Accidentally, hold him in my mind
I can't wait to live with him, be patient mit!!
I don't know who should i make partner if i not found him

Ohh.. God, I have been infatuated by him
Thanks god for this feeling and I'm so glad








Rabu, 20 Maret 2013

My Lovely Dad

Pagi ini, aku bermimpi bertemu dengan papa. Setiap mimpi adengannya selalu sama, berpelukan dan beliau tersenyum padaku, hanya latarnya saja yang berbeda-beda. Terlihat wajah papa yang sangat bahagia. Aku bertanya kepada "Pa...besok kita pergi jam berapa?". Belum sempat dijawab dengan papa, kakakku sudah memanggil dan akhirnya aku terbangun.

Semasa hidupnya, papa memang sumber inspirasi bagi siapa saja. Papa adalah orang yang paling royal, bersahaja dan paling pengertian. Papa termasuk ayah yang sempurna dan tau karakter semua anaknya. Sampai detik ini, aku bisa masuk jajaran-jajaran orang yang berqualified di setiap tempat aku berstudy, semua karena papa. Cara pandang papa, mengalir dalam diriku. Yuppss..ini semua terjadi karena papa selalu menanamkan pemikiran-pemikirannya kepadaku sejak aku berusia 3 tahun. Ketika kami bermain bersama dikasur, mengantarkannya bermain tenis dan bola, nongkrong di mall bersama, makan di resto bersama, jalan-jalan, karokean bareng, berlomba nyemilin kue, apapun aktifitas yang dilakukan bersama, papa selalu menyempilkan keinginannya, cara pandangnya, harapan-harapanya kepadaku dan saudara-saudaraku. Ketika papa meninggalkanku, aku memang menangis terisak-isak saat melihat jenazahnya, namun setelah dikubur, aku tidak merasakan apa-apa karena memang aku terbiasa hidup terpisah sejak aku duduk dibangku kelas 2 SD. Semakin hari barulah aku semakin menyadari, pijakanku makin hari makin rapuh, aku butuh nasehatnya, semangatnya, sifat menenangkannya. Aku tak punya lagi semangat yang mengebu-ngebu seperti dahulu ketika aku di SMP yang berkeinginan untuk masuk dalam jajaran kandidat kompetisi matematika atau seperti saat aku mencoba menggapai universitas impianku, UGM. Sesaat sebelum meninggal tiga pesan papaku. Jaga adik-adikmu, jangan melawan dengan mama, belajar dan solatlah yang rajin, jangan lupa untuk doakan papa. Pa, aku berusaha menjalani apa yang papa amanatkan. Pa, sesaat setelah malaikat mencabut nyawaku, satu permintaanku bertemu denganmu.

Kamis, 14 Maret 2013

Second Clothes Anka Valerie Fashion

Untuk pertama kalinya bekerja sama dengan kakak membuka online shop yang menawarkan berbagai macam baju second. Bermula dari hobbynya si kakak yang suka beli baju untuk pemotreran hingga akhirnya shopping baju menjadi hobby. Sebenernya si kakak gak berniat punya bisnis online gitu, tapi bujukan dari gw dan kecintaannya di dalam dunia modelling & fashion, akhirnya membuat dia mau mencoba menjamah dunia bisnis fashion. Atas saran kakak gw juga, online shop ini kami beri nama bernama "Anka Valerie". Harganya cukup terjangkau. Produknya pun berkualitas. MURAH DAN BERKUALITAS.  Langsung ajah yuk, kita liat koleksi-koleksinya :)

 A014 
(P : 86, LB : 36, LD : 38) IDR 35.000


A013
(P : 86, LB : 36, LD : 38) IDR 35.000



A005 
(LB : 35, LD : 41, P : 91) IDR : 45.000



A004 
(LB : 31, LD : 38, P : 88) IDR 45.000



A008
(Without Belt, P : 99, LB : 36, LD : 45) IDR 45.000



A010
(LB : 38, P : 42)
IDR 45.000


 A009
(LB : 45, P : 101) IDR 45.000



A012
(LP : 31, P : 81)
IDR 45.000
 



A011
(LB : 32, LD : 41, P : 81) IDR 45.000



A015
(LB : 40, P : 40) IDR 45.000



A016
(LB : 37, P : 101) IDR 45.000




A001
(Without Belt, LB : 38, LD : 44, P : 93) IDR : 50.000



A002
(LD : 39, P : 107) IDR : 50.000




A003
(Without Belt, LB : 37, LD : 46, P : 106) IDR 50.000



A007
(P : 128) IDR 50.000



A006
(P : 102, LD : 55) IDR : 50.000




A017
(LB : 36, LD : 38, P : 96) IDR 50.000




A018
(LB : 34, LD : 39, P : 102
) IDR 50.000


Buat yang mau order, bisa SMS ke 085694670437

Sekian dulu ya uploadan dari produk kami. Tunggu album kami selanjutnya. 

HAPPY SHOPING SIST :)

Minggu, 03 Maret 2013

Bernostalgia dengan Skripsi

Pagi tadi dapet mandat dari si emak, disuruh bersih-bersihin buku-buku yang sudah berdebu. Ya wajar saja berdebu, buku-bukunya terakhir sentuh waktu mengerjakan skripsi.hehehhe.... Sembari membersihkan, sembari membaca lembaran demi lembaran (lebay deh). Ternyata banyak juga yah kertas yang gw gunain waktu skripsi, kalau skripsi gak dibagi-bagiin dan dibuang-buangin, adakali dua kardus indomie hanya untuk pembuatan skripsi doang.

By the way, gw baru ingat kalau gw punya keinginan untuk ngeshare hasil skripsi gw di media electronic. Mana tau aja ada yang terinspirasi dengan penelitian gw. Emang sih skripsinya biasa ajah, tapi gw bangga bisa menyelesaikannya dengan baik. Ketika pertama kali gw megang hasil hardcopy dan sudah disahkan oleh dosen penguji yang ada dalam otak gw " ini hasil fikiran gw selama berbulan-bulan". hihihihi

Skripsi gw sendiri berjudul "Pengaruh Cash Conversion Cycle, Leverage dan Investasi terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Go Public Sektor Industri Barang Konsumsi dan Sektor Industri Dasar dan Kimia". Kalau dilihat dari judulnya bisa ditebak bahwa penelitian ini meneliti tentang hubungan antara modal kerja, hutang dan investasi dengan profitabilitas pada dua sektor yang dianggap berbeda karakteristik. Untuk lebih jelasnya mari kita liat dibawah ini.


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan umumnya berkeinginan untuk mengoptimalkan laba yang dimilikinya agar dapat menyejahterakan orang – orang yang terlibat didalamnya. Untuk mengoptimalkan laba, biasanya perusahaan akan mencari cara yang tepat sehingga tidak mengganggu aktifitas perusahaan yang sedang berjalan. Cara setiap perusahaan dalam mengoptimalkan laba umumnya juga berbeda-beda tergantung pada kondisi perusahaan dan karakteristik manajernya.
Salah satu cara untuk mengoptimalkan laba perusahaan yaitu dengan melakukan pengelolaan modal kerja secara efisien. Hal ini dikarenakan perusahaan khususnya manufaktur lebih banyak menginvestasikan dananya di dalam modal kerja. Deloof (2003) menyatakan bahwa banyak perusahaan yang menginvestasikan sebagian besar kasnya di modal kerja serta sebagian besar jumlah utang jangka pendek sebagai sumber pembiayaan.
Deloof (2003) menyatakan bahwa  ukuran manajemen modal kerja yang paling populer adalah cash conversion cycle yaitu tenggang waktu antara pembelian bahan-bahan mentah dan pengumpulan penjualan barang jadi. Terdapat tiga komponen dalam cash conversion cycle yaitu utang lancar, piutang lancar dan persediaan yang dapat dikelola untuk memaksimalkan profitabilitas. Tiga komponen ini dapat dikelola untuk menentukan seberapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk cash conversion cycle bagi perusahaan. Semakin singkat cash conversion cycle maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan mengonversi barang mentah menjadi kas yang diterima perusahaan atas penjualan produksinya.  Semakin cepatnya waktu mengonversi barang mentah menjadi kas, menandakan terjadinya perputaran aset yang semakin cepat. Besarnya tingkat perputaran aset dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan. 
Saat perusahaan berusaha untuk meningkatkan labanya, umumnya perusahaan akan dihadapkan pada beberapa kendala. Salah satu kendalanya yaitu pendanaan. Tidak selamanya perusahaan dapat menggunakan ekuitas untuk melakukan pendanaan pada aset – aset nya. Perusahaan dituntut untuk mencari sumber lain yang dapat mendanai aset – asetnya.
Berdasarkan hal tersebut maka, perusahaan membutuhkan suntikan dana untuk mengoptimalkan laba perusahaannya. Dalam teori pecking order disebutkan bahwa terdapat urutan dalam pendanaan dimana utang lebih disukai dibandingkan dengan penerbitan ekuitas baru. Dengan adanya penggunaan utang, diharapkan dapat  meningkatkan tingkat pengembalian investasi. Oleh karena itu, perusahaan dapat meminjam dari pihak eksternal. Pinjaman ini dapat diinvestasikan, baik dalam aset lancar ataupun tidak lancar. Meningkatnya aset dapat mempermudah perusahaan dalam meningkatkan produksinya, tetapi juga akan meningkatkan resiko keuangan. Hal ini akan memberikan efek terhadap profitabilitas. Menurut Lazaridis dan Tryfondis (2006), financial debt ratio dapat digunakan untuk mengukur hubungan antara pembiayaan eksternal dan total aset dari suatu perusahaan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi profitabilitas. 
Tidak selamanya perusahaan meminjam dana secara terus menerus, ada saatnya perusahaan mempunyai kelebihan dana. Perusahaan dapat memanfaatkan kelebihan dana tersebut untuk mengoptimalkan laba perusahaan. Dana dapat  disertakan pada suatu instrumen atau investasi pada perusahaan – perusahaan lain. Menurut Subramanyam dan John (2008:323) perusahaan membeli investasi pada perusahaan lain untuk beberapa alasan yaitu diversifikasi, ekspansi, kesempatan kompetitif, dan keuntungan dari hasil investasi. Atas alasan tersebut perusahaan menggunakan kelebihan dananya untuk melakukan penyertaan dana yang bersifat jangka panjang.
Untuk mengetahui indikasi hubungan antara partisipasi penyertaan keuangan suatu perusahaan ke perusahaan lainnya yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan, dapat tercermin dalam rasio fixed financial asset (Lazaidis, 2006). Semakin besar tingkat investasi perusahaan terhadap perusahaan lain diharapkan dapat meningkatkan  keuntungannya, baik berupa deviden ataupun capital gain dari perusahaan lain.
Ukuran perusahaan digunakan sebagai variabel kontrol dalam penelitian ini. Beberapa penelitian yang telah menggunakan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Proksi yang digunakan untuk menjadi acuan ukuran perusahaan adalah logaritma natural dari penjualan.
Pada perusahaan manufaktur diperkirakan modal kerja berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan dimana perusahaan manufaktur merupakan suatu sektor yang kegiatan utamanya adalah mengubah atau mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Disamping pengelolaan modal kerja, perusahaan juga dapat menggunakan hutang dan investasi untuk mempengaruhi profitabilitasnya.
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan manufaktur yang telah tercatat dibagi menjadi beberapa sektor. Dua dari beberapa sektor yaitu sektor industri barang konsumsi dan sektor indutri dasar dan kimia. Dalam Skripsi Natipulu (2011), Nafarin (2004) menyatakan bahwa sektor industri barang konsumsi adalah industri yang terdiri dari perusahaan yang menghasilkan produk berupa barang yang akan dihabiskan atau dikonsumsi oleh konsumennya sedangkan sektor industri dasar dan kimia adalah industri yang terdiri dari perusahaan yang menghasilkan bahan-bahan dasar yang nantinya akan diolah lagi menjadi barang jadi. Sektor industri barang konsumsi erat kaitannya dengan kebutuhan pokok manusia karena produknya dapat langsung dinikmati oleh konsumen tanpa harus jatuh ke tangan produsen terlebih dahulu. Untuk sektor industri dasar dan kimia, produk yang dihasilkan adalah produk yang akan digunakan lagi untuk berproduksi sehingga produk-produk dari sektor industri dasar dan kimia dapat merangsang produktifitas masyarakat. Secara tidak langsung, sektor industri barang konsumsi dapat mempresentasikan seberapa besar tingkat konsumtif masyarakat sedangkan  sektor industri dasar dan kimia dapat menggambarkan seberapa besar peran masyarakat dalam melakukan produksi. Oleh karena itu, sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia merupakan sektor yang sama – sama bergerak dibidang industri tetapi memiliki perbedaan karakteristik dalam produk dan penggunaannya.
Perbedaan karakteristik antara sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia membuat peneliti ingin mengetahui lebih spesifik dimana letak perbedaan dalam mengoptimalkan labanya, baik dalam manajemen modal kerja, utang dan investasi. Penelitan terdahulu menggunakan sampel perusahaan manufaktur secara keseluruhan. Penelitian sebelumnya juga tidak membeda-bedakan karakteristik produk yang dihasilkan dan penggunaannya. Dalam Penelitian ini, membandingkan kedua sampel tersebut dengan tujuan untuk melihat sektor mana yang lebih dominan dalam hal pengelolaan modal kerja, investasi dan leverage. Adapun periode tahun yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 2007 – 2010.
Berdasarkan uraian dan permasalahan yang diuraikan pada latar belakang maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Cash Conversion Cycle, Leverage dan Investasi terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Go Public Sektor Industri Barang Konsumsi dan Sektor Industri Dasar dan Kimia Periode 2007-2010 “



1.2.  Rumusan Masalah
Dari penjelasan latar belakang diatas, maka dapat diidentifikasi masalah – masalah yang relevan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.    Bagaimana perbandingan pengaruh manajemen modal kerja terhadap profitabilitas operasional pada sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia?
2.    Bagaimana perbandingan pengaruh hutang terhadap profitabilitas operasional pada sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia?  
3.    Bagaimana pengaruh investasi terhadap profitabilitas operasional pada sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia?
4.    Bagaimana pengaruh manajemen modal kerja, hutang, investasi dan ukuran perusahaan secara bersama-sama terhadap profitabilitas operasional pada sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia?

1.3.  Tujuan Penulisan
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut :
1.    Membandingkan pengaruh manajemen modal kerja terhadap profitabilitas operasional pada perusahaan sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia.
2.    Membandingkan pengaruh hutang terhadap profitabilitas operasional pada perusahaan sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia
3.    Membandingkan pengaruh investasi terhadap profitabilitas operasional pada perusahaan sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia.
4.    Membandingkan pengaruh manajemen modal kerja, hutang, investasi dan ukuran perusahaan secara bersama-sama terhadap profitabilitas operasional pada perusahaan sektor industri barang konsumsi dan sektor industri dasar dan kimia   

1.4.  Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menjadikan bahan penelitian ini sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam mengambil suatu keputusan yang berhubungan dengan manajemen modal kerja, terutama dalam perusahaan manufaktur yang mana pengolahannya mulai dari barang jadi hingga barang setengah jadi atau barang jadi.   Bahan penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk perusahaan dalam pengambilan keputusan berinvetasi dan melakukan pinjaman eksternal yang terkait dengan investasi untuk memaksimalkan laba. 

Dilihat dari Bab I sudah keliahatan kan yah skripsi gw berbicara ke arah mana. Insya Allah yang ditulis di Bab I ini udah mencerminkan isi dari Bab II dan Bab III. Untuk Bab IV da Bab V nya, maaf yah belum bisa disebarluaskan begitu saja :)



Minggu, 17 Februari 2013

The Decision



Ingin mengeluarkan suatu komentar tapi bingung harus memulainya dari mana. Hmmm,,,mari kita coba. Apa yang akan difikirkan ketika harus bertindak? Kalo menurut versi saya berusaha mencari jalan sebanyak-banyaknya dan memilih satu keputusan yang benar-benar pas terhadap kondisi kita. Itu sih yang ada dalam fikiran gw. Keputusan yang diambil haruslah suatu keputusan yang terbaik dari yang terbaik. Namun, tidak selamanya suatu keputusan itu baik. Adakalanya semua jalan yang dilalui adalah jalan yang buruk tapi cobalah mengambil suatu jalan yang terbaik dari semua pilihan yang buruk.
Ketika memang tidak dituntut untuk memberikan suatu keputusan dengan cepat. Berfikirlah sampai batas waktu. Jangan mengambil suatu keputusan ketika emosional. Cobalah berfikir mengenai konsekuensinya secara lebih matang. Apakah keputusan tersebut membuat mental mu menjadi terganggu? bisa saja mengganggu mental karena dapat menyebabkan stres. Untuk apa mengambil suatu keputusan yang membuatmu nantinya akan berfikir lebih keras. Seandainya memang ada jalan yang membuatmu lebih tenang, mengapa harus mengambil jalan yang lebih cepat dengan tingkat resiko yang tinggi dan belum tentu returnnya benar-benar sesuai ekspektasi.
Setiap orang jualan pasti akan memberikan informasi yang bagus terhadap productnya. Contohnya seperti sales suplemen diet. Mereka akan menampilkan contoh-contoh orang yang sukses tetapi tidak mungkin menampilkan sosok orang yang gagal. so, take it or leave it? tergantung kondisinya. Kalo seandainya mendapatkan produk tersebut dengan harga yang masih bisa dijangkau, tidak mengganggu finansial dimasa depan yang mungkin akan membuat mu stress, tidak mengganggu ketenangan orang-orang disekelilingmu. Why not to reach it? Tetapi perhitunglah masak-masak ketika suatu keputusan yang diambil akan menganggu finansial, mental dan lingkungan. Itu akan memperburuk dirimu sendiri.
Tidak hanya mental, suatu keputusan juga dapat menurunkan tingkat keimananmu. Ketika mengambil suatu keputusan, sebisa mungkin untuk tidak membuatmu berstatmen di dalam hati atau didalam otak yang intinya “mengapa ini semua tidak cukup”. Sesungguhnya saat itu kamu sedang menuju ke jalan yang gelap. Berusaha mengingkari nikmat yang telah diberi. Jalan itu akan membawamu kedalam suatu kesedihan. Mengapa seperti itu? Karena ketika bersyukur, kita akan merasakan kebahagiaan. Benar kah? Secara logika, kebahagiaan itu berada dalam mindset kita sendiri.
Balik lagi ke masalah suplemen diet, ketika tidak mungkin untuk mengakses produk tersebut, bukan kah masih ada jalan lain??yuppss...misalnya olahraga secara disiplin. Olahraga memang tidak semudah membalikan telapak tangan tetapi khasiatnya tidak akan kalah saing dari penggunaan suplemen diet bukan? Mengkonsumsi suplemen diet tanpa olahraga sepertinya juga percuma. Ketika suplemennya habis apakah khasiatnya akan bertahan lama? Who knows? Namun dengan berolahraga seperti lari pagi akan membuat semua badanmu bergerak, menjadi lebih bugar, menjadi lebih disiplin, membuatmu menghirup udara pagi yang segar , membuatmu bangun lebih pagi sehingga bisa menunaikan ibadah terlebih dahulu. Dalam kondisi udara yang segar tersebut dan kondisi yang tenang, tidak hanya bagus untuk pernapasan tetapi juga baik untuk otakmu sehingga akan membuatmu mengeluarkan banyak ide-ide cemerlang. Hidup pun akan lebih produktif. Apalagi untuk jiwa yang masih muda, untuk apa mengkonsumsi sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan (karena masih ada jalan lain seperti olahraga). Meski suplemen, mungkin kah tidak menggunakan bahan pengawet atau sejenis bahan-bahan kimiawi? Rasa tidak mungkin kalo tidak menggunakannya. Kita yang masih muda sebaiknya menghindari penggunaan zat-zat tersebut. Lain halnya ketika suda usia lanjut, disamping sudah sulit untuk berolahraga kondisi badan pun sudah tidak memungkinkan ditopang dengan olahraga saja.
Heyy... kamu..kamu pelengkap hidupku, penetral kekurangan dan kelebihanku, sahabat diskusiku, teman bercandaku, partner  pembuat perencanaan masa depanku. Tulisan ini tertuang karena ada faktor ketidakmampuanku berbicara sepenuhnya secara langsung dan kekhawatiran ku padamu.